Beranda > Realita Kehidupan > Siji Gawe Loro Gawe di Gunung Muria

Siji Gawe Loro Gawe di Gunung Muria

Muria merupakan sebuah wilayah yang terdapat di kabupaten Kudus Jawa Tengah yang daerahnya mayoritas merupakan dataran tinggi, disana terdapat sebuah makam waliullah salah satu penyebar agama islam dipulau jawa, namanya Raden Umar Said atau yang lebih dikenal dengan Sunan Muria, banyak peziarah yang datang ke makam beliau yang berada di bukit muria, bagi para peziarah yang sedikit suka akan tantangan tempat tersebut sangat cocok untuk menguji stamina karena letak makam itu sendiri yang harus ditempuh dengan berjalan kaki melewati ratusan bahkan mungkin ribuan anak tangga yang bisa dibilang sedikit agak curam untuk mencapai puncak makamnya, bisa pusing kepala kalau tidak terbiasa dengan aktifitas panjat memanjat seperti itu.

Tapi Jangan Kawatir, bagi para manula sekarang sudah dibuka jalur untuk sepeda motor, disana banyak tukang ojek yang selalu siap siaga mengantarkan para peziarah menuju lokasi makam sunan muria yang tergabung dalam paguyuban ojek muria.

Sebenarnya kawasan muria juga dapat digunakan juga sebagai lokasi untuk wisata alam juga, dikarenakan daerahnya yang dataran tinggi yang memiliki pemandangan alam yang begitu memanjakan visual mata kita yang pastinya akan menyegarkan jiwa kita.

Sengaja kami berangkat dari kediaman kami yang notabene tidak terlalu jauh dari lokasi gunung muria itu sendiri yakni dari kota demak pukul 20.00 WIB, butuh sekitar 2 jam perjalanan dengan sepeda motor ke lokasi tersebut. Dingin, berdebu dan sedikit agak sunyi malam itu suasana jalan yang kami lalui, ketika memasuki wilayah kudus, suasana baru sedikit agak berubah rame karena memang perbedaan kondisi kedua kota tersebut yang bisa dibilang antara kota maju dan kota tertinggal sehingga tampak perbedaan hasil pembangunan daerahnya. Suhu mulai berubah ketika hendak memasuki wilayah muria dan memang perjalanan mulai agak menanjak naik menuju dataran yang lebih tinggi dari permukaan laut. Suasana malam itu memang sepi sekali dari pengunjung karena memang kami sampai dilokasi waktu sudah menunjukkan hampir jam 11 malam.

Setelah motor aman dilokasi penitipan. Kami pun segera mencari tempat untuk bermalam, disana sebenarnya terdapat penginapan (rumah warga yang memang disewakan). tapi  seperti biasa, kami lebih memilih tempat terbuka umum (Halaman Musholla) untuk kami jadikan tempat berlindung dari cuaca yang memang dingin menusuk tulang (maklum dataran tinggi). Selain Gerrrrrratissss, kami memang sudah terbiasa hidup di tempat2 terbuka seperti itu (Katanya sih petualang). Sambil menunggu pagi, kami habiskan malam itu dihalaman musholla dengan mengobrol ditemani kopi panas dan bekal yang sengaja penulis bawa (Masakan Penulis Sendiri Loooh…) dan juga makanan ringan yang banyak dijajakan di sekitar musholla dekat pintu masuk jalur pendakian ke makam hingga tanpa sengaja mata kami pun terpejam dengan sendirinya.

“Gubraaaaaaak…”

Tiba-tiba para penjaga musholla melayangkan sajadahnya ke tubuh kami semua untuk membangunkan kami yang masih tertidur lelap.

“Allaaaaaaaaaahu Akbar…. Allaaaaaaaahu Akbar….!!!!”

Suara Adzan ternyata sudah dikumandangkan dan waktu telah masuk subuh. Kami pun segera bergegas menuju tempat wudhu…

Setelah selesai semua kegiatan subuhan berjamaah tersebut, kamipun memulai pendakian sesuai rencana kami, tanpa sarapan kami langsung mendaki ke lokasi makam Sunan muria yang harus melalui ratusan bahkan mungkin ribuan anak tangga. Suasana pada waktu itu sudah mulai rame oleh rombongan para peziarah dari luar kota yang berdatangan.

Kami banyak melihat para peziarah yang terengah-engah menaiki ratusan anak tangga yang curam itu, banyak diantara mereka yang istirahat disela sela perjalanan mereka. Hingga sampai dipuncak makam Sunan Muria, setelah kami berziarah di makam Sunan Muria kami pun mencari warung untuk sarapan kami,

“Woooooowww…. Bakwanya lebar bangeeeeett” teriak temen saya..

Memang benar, bakwan disana jika kita bandingkan dengan bakwan ditempat lain mungkin bisa dua atau tiga kali lipat ukuran besarannya, bisa dibilang makan satu aja udah kenyang.. harganya pun terbilang cukup murah, dulu waktu penulis beli masih Rp. 500,-/buah.

Para pedagang cinderamata banyak bertebaran disekitar makam, bahkan disepanjang anak tangga dari dasar sampai puncak merupakan para pedagang semua, ada yang jualan baju, makanan, souvenir dan lain sebagainya.

Alam Sekitar

Sebagaimana judul tulisan diatas, selain kami berziarah ke makam Sunan Muria, kami juga mulai mengekplorasi alam sekitar Muria dengan berjalan kaki melintasi alam yang terdapat disana.

Ternyata…!!!!

Wooooooooowww…. Lumayan indah untuk dinikmati… memang sih, alam disana sudah terbuka oleh masyarakat sekitar, sudah diekplorasi oleh mereka untuk lahan pertanian maupun perkebunan. Jadi bagi para Adventure lovers mungkin kurang begitu menantang dan bahkan mungkin tidak aka nada tantangan yang dapat ditemui disana…

Petilasan Syech Syadzali

Kami pun menuju tempat petilasan Syekh Syadzali yang disana terdapat sumur 3 rasanya… tempatnya lumayan asik untuk di nikmati, bangunan kunonya masih terawat.. gapura, petilasan dan undakan-undakan batunya persis seperti candi-candi dijaman majapahit.

Air Terjun Monthel

Setelah dari petilasan Syech Syadzali, kami pun bergegas ke Air terjun yang terdapat di sana, namanya air terjun Monthel. Tidak terlalu tinggi sih… tapi lumayan buat tempat mandi jika memang banyak airnya dan tentunya sepi dari pengunjung. maklum, tempat tersebut hamper tidak pernah sepi dari pengunjung. Dan terkadang yang bikin sebel… terkadang debit airnya sedikit banget, sehingga hanya terlihat seperti aliran air yang mengalir melalui tebing saja dan bukan seperti curahan air besar gitu.

Kopi Lokal Muria

Selain menikmati alam sekitar muria, kita juga dapat menikmati hasil alam dari muria itu sendiri, Kopi muria merupakan salah satu hasil alam perkebunan masyarakat muria, kita dapat menikmati kopi masyarakat muria karena memang di warung warung sekitar dijajakan kopi hasil kebun dan olahan mereka, rasanya sih lumayan untuk dinikmati di suhu yang agak dingin… Wiiiiiissss….. Poko’e mak Nyosss Lahhh…!!!! Top Markotop…!!!!

 

 

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: